Menumbuhkan Bisnis

Banyak para pelaku bisnis usaha kecil dan menengah, berbisnis tidak mati namun tidak juga berkembang alias begitu-begitu saja, tidak mengerti apa penyebabnya. Karena kalau dibilang tidak laku produknya ya tidak juga, pelanggan banyak, stock selalu habis tapi ko begini-begini saja.

ADA APA GERANGAN?

Proses-Bisnis-Pembukuan-dan-Pajak
Proses-Bisnis-Pembukuan-dan-Pajak

Mari kita coba petakan apa permasalahannya :

  1. Modal kerja : bisa dikatakan ini adalah modal awal membuat bisnis, modal ini akan digunakan untuk memproduksi barang yang akan dijual, atau membeli persediaan yang akan dijual untuk menghasilkan uang. Modal kerja ini juga dapat digunakan untuk kebutuhan operasional diawal berdirinya perusahaan.
  2. Persediaan : asset yang dimiliki oleh perusahaan baik diproduksi sendiri atau dibeli dari supplier untuk dijual kembali, oleh karena itu jika kita kehilangan persediaan maka dapat dipastikan kita akan mengalami kerugian.
  3. Penjualan : Pendapatan yang kita peroleh dari pelanggan, pendapatan ini nilainya dapat ditambahkan dengan berbagai jenis service layanan lainnya sehingga meningkatkan nilai lebih dari si produk sebelumnya.
  4. HPP (Harga Pokok produksi) :  Nilai dari persediaan yang kita beli atau produksi, adalah biaya yang wajib kita keluarkan untuk memperoleh persediaan. Dimana nilai HPP ini akan dimasukan kembali ke nilai modal kerja.
  5. Gross Profit (Laba Kotor) : Nilai laba yang masih belum dikeluarkan biaya operasional
  6. Operating Expenses (biaya Operasional) : Semua biaya yang terkait dengan operasional bisnis, seperti :
    • Biaya Gaji Karyawan
    • Biaya Sewa Kantor
    • Biaya Iklan
    • Biaya Transportasi
    • Biaya Rumah Tangga Kantor, dsb
  7.  Net profit (laba Bersih) : Nilai bersih dari bisnis (Profit / Laba)

Nah dari ilustrasi diatas, terkadang pemilik bisnis belum melakukan pencatatan pembukuan yang rapi sehingga untuk melihat detail dari proses bisnis masih menebak-nebak berapa sih laba sebenernya dari bisnis dijalankan. Hal yang sering terjadi adalah hanya melihat nilai omset (penjualan) disesuaikan dengan jumlah uang yang ada di laci atau bank maka sudah dianggap memiliki dana untuk melakukan berbagai kegiatan diluar bisnis seperti :

  1. Menambah armada kendaraan pribadi
  2. Menambah asset rumah, tanah dsb

Hal tersebut mengakibatkan cash flow perusahaan menjadi terhambat, pembayaran gaji karyawan terlambat, pembayaran hutang kepada supplier terhambat, biaya operasional terhambat tentunya hal ini akan berdampak kepada perkembangan bisnis perusahaan itu sendiri.

Karena itu anda wajib memiliki pembukuan yang rapi untuk menghindari seluruh masalah diatas.

 

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *