Laporan-Keuangan

Laporan Keuangan Perusahaan Jasa, Dagang dan Bisnis

Laporan Keuangan Perusahaan Jasa, Dagang dan Bisnis

Dalam bisnis yang namanya laporan keuangan itu sangat dibutuhkan, apa pun bisnis kamu pasti setiap bulan (Laporan Keuangan Bulanan) atau setiap tahun (Laporan Keuangan Tahunan) dibutuhkan untuk melakukan kegiatan analisa performa bisnis.

Current Ratio (Rasio Lancar). Rasio keuangan ini menunjukan sejauh mana aktiva lancar dapat menutupi kewajiban lancar. Semakin besar hasil perbandingan aktiva lancar dengan hutang lancar, semakin tinggi kemampuan perusahaan untuk menutupi kewajiban jangka pendek.
Current Ratio = Aktiva Lancar / Utang Lancar

  1. Quick Ratio. Mengukur apakah perusahaan memiliki aset lancar (tanpa harus menjual persediaan) untuk menutup kewajiban jangka pendeknya. Semakin tinggi quick ratio perusahaan, semakn baik kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban lancarnya.
    Quick Ratio = (Aktiva Lancar – persediaan) / Utang Lancar
  2. Debt to Equity Ratio (Rasio Utang atas Modal). Rasio keuangan ini sering disebut dengan istilah Rasio Laverage, menggambarkan struktur modal yang dimiliki oleh perusahaan, dengan demikian dapat dilihat struktur resiko tidak tertagihnya hutang. Semakin kecil angka rasio ini semakin baik.
    Debt to Equity = Total Utang / Ekuitas
  3. Total Debt to Total Asset. Menggambarkan aktiva yang dipergunakan oleh perusahaan untuk menutup hutang baik jangka pendek maupun jangka panjang.
    Total Debt to Capital Asset = Total Utang / Total Aktiva
  4. Operating Profit Margin. Rasio keuangan ini mengukur seberapa besar sumbangan penjualan terhadap laba operasi. Rasio ini semakin besar semakin baik.
    OPM = Laba Operasi / Penjualan
  5. Net Profit Margin. Rasio keuangan ini mengukur seberapa besar sumbangan penjualan terhadap laba bersih perusahaan. Rasio ini semakin besar semakin baik.
    NPM = Laba Bersih / Penjualan
  6. Return on Equity (ROE) . Menggambarkan seberapa besar sumbangan keuntungan terhadap pemegang saham.
    ROE = Laba Bersih / Ekuitas
  7. Return on Asset (ROA) . Mencerminkan seberapa besar laba yang bisa dicetak perusahaan dengan menggunakan seluruh asetnya.
    ROA = Laba Bersih / Total Aset
  8. Asset Turnover. Menunjukan kemampuan manajemen mengelola seluruh investasi (aset) untuk menghasilkan penjualan.
    Asset Turnover = Penjualan Bersih / Total Aktiva
  9. Receivable Turnover. Menunjukan berapa kali piutang dagang perusahaan berputar dalam satu tahun.
    Receivable Turnover = Penjualan Kredit / Piutang Dagang
  10. Inventory Turnover. Menunjukan berapa kali persediaan barang dagangan perusahaan berputar dalam suatu periode tertentu.
    Inventory Turnover = Harga Pokok Penjualan / Persediaan
  11. Account Payable Turnover. Menunjukan perputaran utang dagang dalam suatu periode tertentu.
    Account Payable Turnover = Harga Pokok Penjualan / Utang Dagang
  12. Earning Per Share (EPS) . Rasio keuangan ini menggambarkan jumlah laba yang dihasilkan perusahaan untuk tiap saham yang diterbitkan.
    EPS = Laba Bersih / Jumlah Saham
  13. Price Earning Ratio (PER) . Menggambarkan apresiasi pasar terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. PER dihitung dalam satuan kali. Bagi investor, semakin kecil PER-nya semakin bagus karena berarti saham tersebut relatif murah.
    PER = Harga Saham / EPS
  14. Book Value (Nilai Buku Saham). Menggambarkan perbandingan total dana pemegang saham terhadap jumlah saham.
    BV = Total Ekuitas / Jumlah Saham
  15. Price to Book Value (PBV) . Rasio keuangan ini menggambarkan seberapa besar pasar menghargai nilai buku saham suatu perusahaan. Makin tinggi rasio ini, berarti pasar percaya akan prospek perusahaan.
    PBV = Harga Saham / Nilai Buku Saham

 

Nah berikut ini adalah contoh laporan keuangan yang bisa kamu download. klik download laporan keuangan

Laporan Keuangan | FR Consultant Indonesia 0813 8228 9991

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *