Formulir Tax Amnesty

Berikut adalah contoh Formulir Pengampunan Pajak yang akan digunakan untuk mengikuti Pengampunan Pajak. Formulir Pengampunan Pajak hanya 1 lembar saja namun ada banyak lampiran lampiran yang harus diisi yang menyertai Formulir Pengampunan Pajak jika anda ingin mengikuti Pengampunan Pajak seperti lampiran surat pernyataan repartriasi , lampiran surat pernyataan deklarasi , lampiran daftar harta di dalam negeri , lampiran daftar harta di luar negeri, lampiran daftar hutang dan berbagai lampiran lainnya. Continue reading “Formulir Tax Amnesty”

Manfaat Pembukuan Bagi Wajib Pajak

Pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca, dan laporan laba rugi untuk periode Tahun Pajak tersebut. Continue reading “Manfaat Pembukuan Bagi Wajib Pajak”

Tanpa Pembukuan, Bisnis Berantakan

Masalah Pembukuan, Usaha Mikro Terancam Berantakan

Judul artikel tersebut diterbitkan oleh SWA Pada tahun 2011, namun isi artikel tersebut masih relevant dengan kondisi saat ini ditahun 2016. Hal ini disebabkan karena masih banyaknya pelaku usaha di indonesia terutama para UKM (Usaha Kecil dan Menengah) masih belum sadar pembukuan dan kurangnya rencana masa depan dari para pemilik bisnis. Continue reading “Tanpa Pembukuan, Bisnis Berantakan”

Pembukuan Sederhana Untuk UKM

Pembukuan adalah salah satu syarat agar bisnis anda berjalan dengan baik dan benar, tanpa pembukuan ibarat bisnis anda berjalan tanpa arah tujuan. Karena dengan pembukuan anda dapat memperoleh banyak manfaat seperti

  1. Mengetahui seberapa besar bisnis anda berkembang
  2. Mengetahui kondisi sebenernya dari keuangan bisnis anda
  3. Mengetahui persaingan yang terjadi di pasar
  4. Mengetahui posisi bisnis anda di pasar.

Continue reading “Pembukuan Sederhana Untuk UKM”

Cara Menghitung Pajak Penghasilan & Tarif Pph 21 Terbaru 2016

Menghitung Pajak Penghasilan & Tarif Pph 21 Terbaru 2016

Pajak Penghasilan Pribadi

Setiap warga negara Indonesia yang memiliki penghasilan dan sesuai dengan Undang-Undang No. 36 tahun 2008 maka diwajibkan untuk membayar pajak atas penghasilan bruto yang diperolehnya.

Undang-Undang Pajak Penghasilan

Pajak penghasilan pertama kali diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 dan beberapa kali mengalami amandemen dan perubahan sebagai berikut:
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1991
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1994
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000
Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008

Tarif Pajak Penghasilan Pph 21

Sesuai dengan Pasal 17 ayat 1, Undang-Undang No. 36 tahun 2008, tarif pajak penghasilan pribadi perhitungannya dengan menggunakan tarif progresif sebagai berikut:

Penghasilan Netto Kena Pajak

Tarif Pajak

Sampai dengan 50 juta

5%

50 juta sampai dengan 250 juta

15%

250 juta sampai dengan 500 juta

25%

Diatas 500 juta

30%

 

Perubahan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) Tahun 2015

Masyarakat Indonesia saat ini yang memiliki penghasilan rendah wajib bersyukur dengan adanya peraturan pemerintah baru yaitu Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 122/PMK.010/2015 mengenai tarif penyesuaian besarnya penghasilan tidak Kena Pajak (PTKP).

Perubahan tarif PTKP setahun sebelumnya Rp. 24,3 juta menjadi sebesar Rp. 36 juta (3 juta per bulan) untuk diri Wajib Pajak orang pribadi, dan berlaku efektif untuk tahun Pajak 2015 atau per tanggal 1 Januari 2015.

Perhitungan Perubahan PTKP terbaru Tahun 2015:

Wajib Pajak Tidak Kawin dan memiliki tanggungan

Uraian

Status

PTKP

Wajib Pajak 

TK0

36.000.000,-

+ Tanggungan 1

TK1

39.000.000,-

+ Tanggungan 2

TK2

42.000.000,-

+ Tanggungan 3

TK3

45.000.000,-

Wajib Pajak Kawin dan memiliki anak / tanggungan

Uraian

Status

PTKP

+ WP Kawin

K0

39.000.000,-

+ Tanggungan 1

K1

42.000.000,-

Tanggungan 2

K2

45.000.000,-

Tanggungan 3

K3

48.000.000,-

Wajib Pajak Kawin, istri memiliki penghasilan dan digabung dengan suami

Uraian

Status

PTKP

+ WP Kawin

K/I/0

75.000.000,-

Tanggungan 1

K/I/1

78.000.000,-

Tanggungan 2

K/I/2

81.000.000,-

Tanggungan 3

K/I/3

84.000.000,-

 Catatan: Tunjangan PTKP untuk anak atau tanggungan maksimal 3 orang

 

Perubahan Penghasilan Tidak Kena Pajak – PTKP 2016

Usul kenaikan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) untuk Wajib Pajak yang semula Rp.36 juta berubah menjadi Rp.54 juta pertahun (setara dengan Rp. 4,5 juta per bulan) telah disetujui DPR.

Menurut Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro, PTKP ini akan diberlakukan mulai Bulan Juni 2016 mendatang, dan perhitungannya berlaku surut mulai dari Bulan Januari 2016.

Kalau diperhatikan dan dianalisa kenaikan PTKP 2016 ini lebih kurang 50% dari PTKP 2015, dan kenaikan PTKP 2015 juga demikian lebih kurang 50% dari PTKP 2014 (data aktual PTKP 2014 : 24,3 juta, 2015 : 36 juta, 2016 : 54 juta).

Kenaikan PTKP 2016 ini ditanggapi positip dari berbagai kalangan masyarakat terutama karyawan atau buruh yang saat ini masih memperoleh penghasilan lebih kurang senilai Upah Minimum Regional (UMR).

Dengan adanya penyesuaian tarif PTKP 2016 ini secara hitungan matematis sudah pasti menyebabkan pendapatan negara dari Wajib Pajak orang pribadi akan turun, namun diharapkan dengan adanya kenaikan tarif ini dapat mensejahterakan masyarakat kurang mampu dan meningkatkan kesadaran bagi Wajib Pajak untuk melapor SPT PPh sesuai dengan penghasilan yang diperolehnya. Continue reading “Cara Menghitung Pajak Penghasilan & Tarif Pph 21 Terbaru 2016”

Kas Kecil dan Metodenya untuk UKM

Akuntansi Kas Kecil dan Metodenya – Kas kecil atau biasa disebut Petty Cash adalah sejumlah uang tunai yang dimiliki perusahaan dan dipegang atau dikelola oleh kasir yang fungsinya untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang sifatnya relatif kecil dan cenderung rutin.

Karakteristik Kas Kecil:

  1. Jumlahnya dibatasi, sesuai dengan rutinitas perusahaan
  2. Untuk membayar pengeluaran yang relatif kecil.

Contoh penggunaan Kas Kecil:

–          Pembelian perlengkapan kantor

–          Pembelian makan direksi

–          Pembelian bahan bakar driver

–          Jamuan tamu,

–          Kebutuhan rumah tangga kantor, dsb

Dari contoh pengeluaran Kas Kecil diatas dapat disimpulkan bahwa Kas Kecil digunakan untuk pembayaran yang sifatnya relatif kecil dan perlu segera dibayarkan.

Metode Pengelolaan Kas Kecil

Dalam pengelolaan Kas Kecil, terdapat 2 metode yang bisa dipakai, Imprest Fund Method (metode dana tetap) dan Fluctuation Fund Method (metode dana berubah). Kedua metode ini memiliki karakteristik masing-masing.

Imprest Fund Method, berarti dana Kas Kecil yang ada di kasir nilainya sebesar tertentu dan saat pengisian kembali harus kembali sebesar tertentu tersebut. Misalnya suatu perusahaan menentukan Kas Kecil sebesar 3.000.000, selama 1 minggu pengeluaran sebesar 1.550.000, maka ketika Kasir mengajukan pengisian ulang Kas Kecil, jumlah yang diisikan adalah sebesar 1.550.000 tersebut. Untuk pengeluaran Kas Kecil metode Imprest Fund tidak dilakukan penjurnalan.

Fluctuation Fund Method, metode ini tidak mengharuskan nilai tertentu sebagai batasan. Jika dengan contoh di metode imprest fund diatas pengisian harus sesuai yang dikeluarkan, tidak demikian dengan metode Fluctuation, Kas Kecil metode ini bisa diisi tidak sebesar yang dikeluarkan, bisa lebih besar atau lebih kecil dari saldo awal. Setiap pengeluaran Kas Kecil dilakukan penjurnalan.

Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat ilustrasi berikut:

PT. Makmur Sentosa menentukan Kas Kecil sebesar 3.000.000, pengeluaran selama 1 minggu (diasumsikan siklus pengisian Kas Kecil adalah tiap 1 minggu) adalah sebagai berikut

02/1 Pengisian Kas Kecil sebesar 3.000.000

03/1 Pembelian makan tamu direksi 700.000

04/1 Membeli perlengkapan kantor ATK 500.000

05/1 Pembayaran bahan bakar supir perusahaan 200.000

06/1 Membeli makanan ringan untuk tamu 150.000

Dari total transaksi-transaksi diatas, total pengeluaran adalah 1.550.000, bagaimana perlakuan atas pengelolaan Kas Kecil antar Metode Imprest Fund dan Metode Fluktuation. Berikut penjabarannya:

METODE IMPREST FUND

Saat Pengisian Awal

Kas Kecil [D] 3.000.000
Kas [K] 3.000.000

 

Saat Pengeluaran Kas Kecil

Kas Kecil metode imprest fund Tidak Dijurnal.

 

Saat Pengisian Kembali

Beban jamuan [D] 700.000
Beban ATK [D] 500.000
Beban bahan bakar [D] 200.000
Beban Jamuan [D] 150.000
Kas [K] 1.550.000

Note: Dengan pengisian sebesar 1.550.000 ini maka saldo Kas Kecil akan kembali keposisi 3.000.000.

METODE FLUCTUATION FUND

Saat Pengisian Awal

Kas Kecil [D] 3.000.000
Kas [K] 3.000.000
Saat Pengeluaran Kas Kecil
Beban jamuan [D] 700.000
Kas Kecil [K] 700.000
 
Beban ATK [D] 500.000
Kas Kecil [K] 500.000
 
Beban bahan bakar [D] 200.000
Kas Kecil [K] 200.000
 
Beban jamuan [D] 150.000
Kas Kecil [K] 150.000


Saat Pengisian Kembali

Kas Kecil [D] 2.000.000
Kas  [K] 2.000.000

Note: Dengan pengisisan 2.000.000 ini maka posisi Kas Kecil menjadi bersaldo sebesar = 3.000.000 – 1.550.000+ 2.000.000 = 3.450.000, tidak sama dengan saldo awalnya sebesar 3.000.000, walaupun didalam metode ini juga bisa saja diisi sesuai dengan pengeluarannya, namun umumnya metode ini pengisiannya tidak sama persis dengan pengeluarannya, itulah kenapa setiap pengeluaran Kas Kecil metode ini harus dijurnal.

Dengan ilustrasi diatas semoga kalian bisa memahami Kas Kecil dan Metodenya dengan mudah, baik imprest fund method ataupun fluctuation method.

Metode petty cash apa yang cocok untuk bisnis UKM

Berdasarkan pengalaman saya menggunakan metode impreset fund method akan memberikan kontrol yang lebih terhadap arus uang yang digunakan sebagai petty cash. Keunggulannya adalah :

  1. Lebih mudah dalam pengawasan uang, karena jumlahnya selalu tetap
  2. Lebih mudah dalam penggunaan uang, karena setiap minggu akan dilakukan pengisian ulang saldo
  3. Saldo uang tidak akan menjadi bengkak karena selalu bertambah pada saat pengisian
  4. Menghindari penyalahgunaan penggunaan uang karena adanya kesempatan.

By Jasa Pembukuan dan Pajak