PPH 23

pph-23-jasa-pembukuan-dan-pajak-fci
Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 23

Menurut situs Dirjen Pajak, Pajak Penghasilan Pasal 23 (PPh Pasal 23) adalah pajak yang dikenakan pada penghasilan atas modal, penyerahan jasa, atau hadiah dan penghargaan, selain yang telah dipotong PPh Pasal 21.

Umumnya penghasilan jenis ini terjadi saat adanya transaksi antara dua pihak. Pihak yang menerima penghasilan atau penjual atau pemberi jasa akan dikenakan PPh pasal 23. Pihak pemberi penghasilan atau pembeli atau penerima jasa akan memotong dan melaporkan PPh pasal 23 tersebut kepada kantor pajak.

Continue Reading

Contoh Pembukuan Akuntansi

Contoh-Pembukuan-Akuntansi-shipping-company

Perusahaan terdiri dari 3 jenis yaitu perusahaan jasa, perusahaan dagang, perusahaan industri. Dari 3 jenis perusahaan tersebut perlakuan pembukuannya pun berbeda-beda. Berikut adalah contoh pembukuan akuntansi untuk beberapa perusahaan yang ada di indonesia. Perusahaan apa saja kah itu :

Contoh pembukuan akuntansi perusahaan jasa

Contoh pembukuan jasa angkutan

contoh-pembukuan-jasa-angkutan
Untuk bisnis jasa transportasi ini di indonesia banyak sekali pemainnya dari perusahaan besar seperti blue bird, hingga taxi-taxi lain dan bahkan sekarang muncul taxi online seperti uber, grab, go car
Continue Reading

Ilmu Akuntansi

ilmu-akuntansi-perusahaan

Ilmu akuntansi adalah ilmu pembukuan, bagaimana mencatat setiap kegiatan transaksi keuangan untuk menghasilkan informasi-informasi yang berhubungan dengan keuangan seperti :

  1. Informasi mengenai status uang tunai, digunakan untuk apa saja uang yang dimiliki oleh perusahaan
  2. Informasi mengenai biaya yang terjadi atas penggunaan uang, biaya disini sangat penting apalagi bagi bidang usaha jasa, karena itu ilmu akuntansi biaya perusahaan jasa akan menunjukan komposisi biaya yang dapat mempengaruhi nilai laba kotor dari suatu bisnis jasa.
  3. Informasi mengenai perfoma penjualan yang bisnis anda lakukan, siapa saja customer setia anda, siapa aja customer yang melakukan penjualan secara tunai dan non tunai
  4. Informasi mengenai kepada siapa saja anda membeli persediaan barang, membeli kebutuhan operasional bisnis, siapa saja vendor utama anda, bagaimana perfoma hutang anda.
  5. Informasi mengenai ketersediaan likuiditas dari bisnis anda, dalam bentuk seperti apa, apakah asset lancar, asset tetap atau hutang jangka panjang.
  6. Bagaimana perkembangan bisnis tersebut diatas akan sangat berpengaruh terhadap kegiatan investasi dari perusahaan anda, bagaimana meyakinkan calon investor untuk menyuntikan dana ke bisnis anda.
Continue Reading